Lompat ke isi

Kereta rel diesel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
KRD seri KiHa40 untuk layanan Erimo Express, Hokkaido, Jepang

Kereta rel diesel (KRD) merupakan jenis rangkaian kereta rel yang ditenagai mesin diesel. Dalam operasi normal, KRD tidak memerlukan lokomotif, karena mesin sudah dipasang pada satu atau lebih kereta. Kereta rel unit tunggal (railcar) bertenaga diesel juga digolongkan sebagai KRD. KRD dapat digolongkan berdasarkan jenis transmisinya: diesel–mekanik KRDM, diesel–hidraulik KRDH, atau diesel–elektrik KRDE.

Rancang bangun

[sunting | sunting sumber]

Mesin diesel pada KRD dipasang pada ruangan khusus maupun di bawah lantai. Kabin masinis dapat berada di kedua ujung, salah satu ujung, atau menggunakan unit terpisah.

Jenis berdasarkan transmisi

[sunting | sunting sumber]

KRD biasanya diklasifikasikan berdasarkan metode penyaluran tenaga penggerak ke rodanya.[butuh rujukan]

Diesel–mekanik

[sunting | sunting sumber]

Pada kereta rel diesel–mekanik (KRDM), energi putar mesin disalurkan melalui gearbox dan poros penggerak langsung ke roda kereta, sama seperti mobil. Pemindahan transmisi gigi dapat dilakukan secara manual oleh masinis, seperti pada sebagian besar KRD British Rail generasi pertama, tetapi pada sebagian besar penggunaannya, transmisi gigi dilakukan secara otomatis.

Diesel–hidraulik

[sunting | sunting sumber]
Mesin diesel terpasang di bawah rangka dengan transmisi hidraulik pada KRD JR Shikoku seri 2700.

Pada kereta rel diesel–hidraulik (KRDH), konverter torsi hidraulik, yang bertindak sebagai kopling fluida, berfungsi sebagai tempat transmisi tenaga penggerak mesin diesel untuk memutar roda. KRDH ada yang dilengkapi perpaduan transmisi hidraulik dan mekanik (hidromekanik), dan umumnya transmisi akan berubah menjadi mekanik saat KRDH melaju tinggi. Tujuannya adalah untuk mengurangi RPM dan kebisingan mesin.

Diesel–elektrik

[sunting | sunting sumber]

Pada kereta rel diesel–elektrik (KRDE), mesin diesel menggerakkan generator atau alternator sehingga menghasilkan energi listrik. Arus listrik kemudian disalurkan ke motor traksi listrik pada roda atau bogie dengan cara yang sama seperti lokomotif diesel–elektrik konvensional.[1]

Pada KRDE tertentu, seperti Bombardier Voyager, setiap unit kereta sepenuhnya berpenggerak mandiri karena tiap kereta memiliki mesin, generator, dan motor listriknya sendiri.[1] Pada desain lain, seperti KRDE British Rail Class 207 atau Stadler GTW dan Stadler FLIRT,[2] beberapa kereta dalam rangkaian tidak memiliki penggerak atau hanya memiliki motor listrik, sementara arus listriknya sendiri diperoleh kereta lain yang diperlengkapi generator dan mesin.

Dengan transmisi diesel–elektrik, beberapa KRD dapat berasal dari KRL tanpa pantograf atau sepatu kontak (misalnya pada British Rail Southern Region), yang sumber tenaganya "digantikan" oleh satu atau lebih generator diesel di dalamnya. KRD jenis ini dapat ditingkatkan menjadi "kereta rel elektro–diesel" atau "kereta rel hibrida" dengan menambahkan satu atau dua pantograf atau sepatu kontak (dengan konverter yang tepat,[butuh klarifikasi] jika diperlukan) dan modifikasi terkait pada sistem kelistrikan.[butuh rujukan]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b "Cutting noise and smoothing the ride". Railway Gazette International. 1 August 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 June 2012. Diakses tanggal 20 January 2011. In the Voyager application, every car has a Cummins underfloor engine and alternator supplying power to a pair of body-mounted traction motors. Each drives one inner axle through a cardan shaft and axle-mounted final drive gearbox. 
  2. ^ Stadler Flirt DMU/DEMU example: Elron Elektriraudtee Classes 2200, 2300 and 2400, TEXRail Stadler FLIRT