Lompat ke isi

Sakuna: Of Rice and Ruin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sakuna: Of Rice and Ruin
Dirilis
  • NA: 10 November 2020
  • JP: 12 November 2020
  • EU/AU: 20 November 2020
GenreBermain-peran aksi, simulasi
Bahasa
Karakteristik teknis
PelantarNintendo Switch, PlayStation 4 dan Windows Edit nilai pada Wikidata
ModePermainan video pemain tunggal Edit nilai pada Wikidata
Formatunduhan digital dan distribusi digital Edit nilai pada Wikidata
Informasi pengembang
PengembangEdelweiss
ProdusenKeisuke Kamiyama
PerancangNal
KomponisHiroyuki Oshima
Penerbit
SenimanRyota Murayama
Penilaian
ESRB
enllaç=d:Q14864330
PEGI
enllaç=d:Q14915516
CERO
enllaç=d:Q14870286
OFLC
enllaç=d:Q26708076
Informasi tambahan
Situs webmarv.jp… (bahasa Jepang) Edit nilai pada Wikidata
MobyGamessakuna-of-rice-and-ruin Edit nilai pada Wikidata
Steam1356670 Edit nilai pada Wikidata
Youtube: UCUglQVYGskD3yx_21_vryXw Modifica els identificadors a Wikidata
Portal permainan video
Sunting di Wikidata • L • B • PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Sakuna: Of Rice and Ruin[a] adalah sebuah permainan video aksi simulasi bermain-peran yang dikembangkan oleh Edelweiss dan dipublikasikan oleh Marvelous. Ini pertama kali dirilis di Amerika Utara pada 10 November 2020 untuk Nintendo Switch, PlayStation 4 dan PC melaui Steam. Ini kemudian dirilis di Jepang pada 12 November dan di Eropa dan Australia pada 20 November.[1]

Alur permainan

[sunting | sunting sumber]

Pemain mengontrol dewi Putri Sakuna, yang ditugaskan menjelajahi Pulau Iblis dan membebaskannya dari monster-monster sementara juga menemukan kelompok kecil karakter. Permainan ini dibagi menjadi dua gaya alur permainan yang terpisah: level platform hack and slash gulir samping yang secara bertahap terungkap di peta pulau saat pemain menyelesaikan tujuan, dan simulasi bertani di mana pemain harus menanam padi di sawah kecil di dusun tempat Sakuna dan manusia tinggal. Level gulir samping menggunakan perspektif 2.5D, sementara menjelajahi dusun dan sebagian besar tugas pertanian padi dilakukan menggunakan sudut pandang orang ketiga dari belakang pemain.

Di level gulir samping, pemain menjelajahi dan mengumpulkan sumber daya dan menggunakan alat pertanian Sakuna untuk melawan hewan iblis. Pemain juga dapat meraih ke permukaan dan berayun menggunakan "divine raiment", selempang ajaib yang dipakai Sakuna yang bisa memanjang hingga panjang. Permainan ini menampilkan siklus siang/malam, dengan musuh menjadi lebih kuat dan berbahaya saat malam tiba. Di penghujung hari, Sakuna dapat kembali ke dusun dan duduk untuk makan malam bersama manusia, memakan makanan yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang telah dikumpulkan oleh pemain. Makanannya memulihkan kesehatan dan stamina Sakuna. Tergantung hidangan yang dihidangkan, makanan tersebut juga mengaktifkan kemampuan tertentu dan memberikan berbagai peningkatana sementara pada statistik Sakuna untuk hari berikutnya. Sakuna juga dapat meminta manusia untuk membantunya mengumpulkan sumber daya, mengawetkan bahan-bahan untuk konsumsi di masa depan, dan membuat peralatan pertanian dan pakaian yang ditingkatkan.

Pemain menanam padi melalui proses yang berlangsung selama beberapa musim dalam permainan, dengan satu musim yang terdiri dari 3 hari dalam permainan. Menanam padi membutuhkan beberapa langkah berupa beberapa permainan mini termasuk mengolah sawah, menanam padi dan menambahkan pupuk, serta mengelola ketinggian air dan gulma sebelum memanen padi dan mengupasnya. Setiap panen padi secara permanen meningkatkan statistik Sakuna, yang dimana pemain dapat peningkatan lebih lanjut dengan meningkatkan kualitas panen melalui pengelolaan tanaman mereka secara hati-hati. Sakuna dapat menghemat waktu dengan menanyakan kepada salah satu manusia untuk menyelesaikan tugas memanen padi untuknya, meskipun mereka akan melakukannya dengan kemampuan yang lebih sedikit. Dengan melakukan tugas itu sendiri, pemain pada akhirnya akan membuka kemampuan baru untuk membuat prosesnya lebih cepat dan efisien.

Alur cerita

[sunting | sunting sumber]

Permainan ini mengambil latar di sebuah dunia yang dimana terdapat dua alam: Alam Rendah, yang dimana para manusia tinggal; dan Alam Tinggi, yang dimana para dewa tinggal. Menghubungkan kedua alam adalah Pohon Penciptaan, yang juga menghasilkan amber yang memberi kehidupan kepada para dewa.

Sekolompok manusia, terdiri dari Tauemon, seorang samurai; Myrthe, seorang misionaris; Kinta, seorang murid pandai besi; Yui, seorang gadis muda yang ahli menenun, dan seorang anak laki-laki bernama Kaimaru, menemukan jembatan yang menghubungkan dua alam, menderita kelaparan sambil mengabaikan suara yang memberitahu mereka untuk kembali karena manusia tidak diizinkan di Alam Tinggi. Mereka bertemu dengan seorang bandit bernama Ishimaru, yang telah memburu mereka, tetapi diganggu oleh Putri Sakuna, seorang prajurit manja dan dewi panen. Setelah Ishimaru menghinanya, dia menjatuhkannya dari jembatan dan ke lautan awan di bawahnya. Dia kemudian memperingati para manusia untuk pergi dikarenakan jembatan itu akan segera menghilang, tapi mereka mengabaikannya dan tetap pergi ke Alam Tinggi untuk mencari makanan. Di Ibukota Mitashira, saat berpesta dengan senjata familiarnya Tama (suara dari sebelumnya) dan temannya Kokorowa, dewi penemu, Sakuna menemukan bahwa para manusia tersebut sudah memasuki ibukota dan mencoba untuk menghentikan mereka, Namun secara tidak sengaja menghancurkan lumbung padi ibu kota. Sebagai hukuman atas tindakannya, Pemimpin Dewi Lady Kamuhitsuki menugaskan Sakuna dengan menjaga para manusia tersebut dan mengusir mereka ke pulau makhluk iblis (yang kemudian diberi nama Pulau Hinoe), tempat orang tua Sakuna dan dewa jahat Omizuchi pernah tinggal, meminta Sakuna untuk membersihkan tempat itu dari iblis-iblis sehingga dia bisa mengendalikannya sebelum saatnya tiba ketika dia bisa mengirim manusia kembali ke dunia mereka sendiri, karena jembatan yang menghubungkan alam tersebut telah menghilang.

Sesampainya di pulau dengan perahu, mereka bertemu Ashigumo, seorang samurai mirip musang dan yang terakhir dari jenisnya, yang berteman dengan orang tua Sakuna, juga mengungkapkan bahwa Tama pernah menjadi milik ayah Sakuna. Dia membawa grup itu ke sebuah celah gunung, di mana terdapat sebuah ladang padi yang dulunya dimiliki oleh orang tua Sakuna, mempercayakannya kepada mereka. Sakuna melakukan perjalanan melalui pulau melawan gerombolan iblis sambil membantu manusia dengan pekerjaan pertanian, karena menanam padi akan memperkuat kemampuan bertarungnya. Dia juga membantu membangun sebuah tempat pembuatan besi, gubuk tenun, kandang hewan, serta ladang-ladang tambahan di kaki gunung sekaligus memelihara hewan-hewan untuk membantu pekerjaan mereka, seperti anjing, kucing, bebek, dan sapi. Pada satu waktu, Sakuna menyelematkan beberapa makhluk kecil bernama kappa dari salah satu iblis, yang kemudian memutuskan untuk bekerja di pertanian sebagai tanda terima kasih. Pada suatu malam musim dingin, Sakuna menjadi tidak sabar dengan tugasnya dan memutuskan untuk kembali ke ibu kota sendirian, tetapi badai yang dahsyat mencegahnya pergi, dan tidak punya pilihan lain selain tetap tinggal di pulau itu. Dia kemudian mengetahui tentang makhluk berbahaya yang disebut momok, mayat-mayat yang dirasuki dari suku Ashigumo yang menjadi ancaman bagi kelompok Sakuno[b] dan para iblis. Ketika gunung berapi selatan mulai meracuni sungai-sungai dan iblis-iblis di pulau itu menuju ke daerah itu, Sakuna pergi untuk menyelidiki dan menemukan bahwa keracunan itu disebabkan oleh momok kuat yang disebut Momok Homusubi, dan iblis-iblis tersebut mencoba menghancurkannya. Dia berhasil mengalahkan binatang buas itu, yang kemudian jatuh ke lava. Setelah itu, mereka mengetahui bahwa iblis tersebut dipimpin oleh Ishimaru, yang mendarat di pulau sebelum mereka karena lautan awan yang ia lewati tidak memiliki hubungan dengan ruang dan waktu.

Selama sesi makan malam, Tama mengungkapkan bahwa ibu Sakuna dulunya adalah manusia, yang memasuki Alam Tinggi dengan cara yang sama seperti kelompok Tauemon, di mana dia berakhir di Pulau Hinoe dan menjadi sekutu klan Ashigumo. Dia akhirnya menjadi dewi dan bertemu ayah Sakuna, yang diusir dari ibu kota. Saat Omizuchi menyerang, Klan Ashigumo musnah, tapi orang tua Sakuna mengorbankan diri mereka untuk mengalahkan Omizuchi. Tama juga percaya bahwa markas utama iblis adalah benteng yang dulunya dimiliki oleh ayah Sakuna di sisi barat pulau. Manusia juga berbagi cerita latar belakang mereka sendiri. Pada satu titik, Tauemon mengungkapkan bahwa dia dan Ishimaru berasal dari kelompok bandit yang sama, yang hanya menyerang pada orang yang bersalah. Ishimaru membunuh pemimpinnya, yang ternyata adalah ayah Kaimaru, karena dia tidak puas dengan metodenya dan percaya bahwa mereka harus bertahan hidup dengan cara apa pun yang diperlukan. Tauemon menyelamatkan Kaimaru, bersama dengan Myrthe, Kinta, dan Yui (yang merupakan budak pada saat itu), dan melarikan diri dari Ishimaru, akhirnya tiba di jembatan menuju Alam Tinggi. Dia juga meminta Sakuna untuk menyelamatkan Ishimaru dengan harapan dia bisa diselamatkan dari pengaruh buruknya. Dalam salah satu misi sampingan, Sakuna menemukan bahwa Yui awalnya adalah seekor bangau, yang diberi bentuk manusia oleh dua dewi dunia lain yang disebut Pengunjung (yang juga menciptakan syal Sakuna, yang awalnya dipakai oleh ibunya), tapi ada harganya. Karena Sakuna secara tidak sengaja membuat Yui melanggar sumpahnya, dia berubah kembali menjadi burung bangau, tapi Sakuna meminta Kinta untuk membantu meyakinkan Pengunjung untuk mengubah Yui kembali menjadi manusia menggunakan hubungannya dengan dia, tapi dengan harga baru.

Setelah mengembangkan sebuah jenis baru dari nasi yang untuk dikirim ke ibukota, Dia menemukan bahwa Kokorowa telah menyabotase produknya dan kembali ke ibu kota untuk menyelidikinya. Dia mengetahui bahwa alasannya adalah karena Kokorowa cemburu pada Sakuna yang mendapatkan lebih banyak perhatian dari Kamuhitsuki dan lelah diabaikan, telah tergoda melakukan hal ini oleh Ishimaru; namun, tindakannya malah menghancurkan lumbung padi. Dengan mempelajari hal ini, Kamuhitsuki memutuskan untuk tidak menghukum Kokorowa karena bakatnya dibutuhkan di ibu kota, dan mengizinkan Sakuna untuk mengunjungi ibu kota kapan pun dia mau, tetapi mengingatkannya untuk menyelesaikan tugasnya. Sakuna kemudian memutuskan untuk kembali ke Pulau Hinoe, tetapi tidak sebelum berdamai dengan Kokorowa, yang berjanji untuk mengunjunginya. Manusia menerima kelinci iblis yang terluka meskipun Kinta, Sakuna, dan Tama khawatir. Setelah berhadapan dan mengalahkan Ishimaru di tempat persembunyiannya, sebuah gunung berapi meletus. Ishimaru diketahui bekerja untuk Omizuchi, yang berhasil kabur dari kekalahannya dan bersembunyi. Ishimaru membuat kesepakatan dengan Omizuchi untuk mempersiapkan kebangkitannya dengan imbalan kekuatan untuk mengendalikan iblis. Setelah Ishmaru pergi, Tama mengungkapkan bahwa mengalahkan Omizuchi akan membutuhkan pengorbanan, tetapi Sakuna tidak mau. Dia kembali ke pertanian, hanya untuk menemukannya dihancurkan oleh setan, menemukan bahwa kelinci iblis (kemudian terungkap telah diasingkan oleh iblis lain) yang diambil oleh manusia-manusia tersebut secara tidak sengaja memikat mereka ke lokasi pertanian, meskipun para manusia dan Ashigumo telah selamat dan berlindung di sebuah gua. Kokorowa tiba di pulau dan membantu membangun kembali pertanian, juga menambahkan kincir air. Ishimaru yang kini tak berdaya datang untuk mengobrol dengan Tauemon, tapi segera menggunakan kekerasan dan mencoba melarikan diri dengan Kaimaru sebagai sandera, tapi pengaruh aneh menyerangnya, memaksanya melarikan diri tanpa Kaimaru sementara Ashigumo mengejarnya. Ternyata para manusia telah menjadi dewa-dewi sebagai akibat mereka tinggal lama di Alam Tinggi. Sakuna kemudian memperoleh Bola Transformasi dari ibu kota untuk meningkatkan produknya. Ishimaru kemudian dibunuh oleh para momok. Setelah mengetahui kembalinya Momok Homusubi, Sakuna melawan iblis yang dia kalahkan sebelumnya bersama dengan jiwa Ishimaru yang rusak, yang berada di bawah kendali momok Homusubi. Hal ini akhirnya meyakinkannya untuk mengorbankan Tama untuk mengalahkan Omizuchi. Setelah mengalahkan Momok Homusubi untuk selamanya, mereka menemukan bahwa intinya sebenarnya adalah bagian yang hilang dari bilah Tama, yang patah oleh energi negatif pulau itu. Setelah membantu Kinta menemukan pedang yang sudah selesai dibuatnya, yang terungkap diciptakan dari amber dari Pohon Penciptaan tetapi juga memberikan pedang itu kemauannya sendiri, mereka menyuruhnya mengubah bilah Tama yang hilang menjadi senjata yang bisa mereka gunakan untuk mengalahkan Omizuchi tanpa mengorbankan Tama.

Selama festival di pulau bersama para dewa, kebangkitan Omizuchi selesai, jadi Sakuna bersiap untuk menghadapinya. Setelah mengalahkan Omizuchi, dia dengan rendah hati mengakui kekalahan tepat sebelum Sakuna dan Tama menghilang. Ternyata menggunakan kekuatan syalnya akan berakibat pada hukuman yang akan membuat mereka berakhir di Alam Rendah, tetapi kedua orang tuanya (sekarang bebas dari siksaan mereka) dan roh Kaimaru menyelamatkannya. Orang tua Sakuna mengorbankan diri mereka untuk memastikan putri mereka tetap berada di Alam Tinggi, dan dia dan Kaimaru dikembalikan ke Pulau Hinoe. Setelah kejadian itu, Myrthe, Kinta, dan Kaimaru kembali ke Alam Rendah sementara yang lain tetap tinggal.

Pengembangan

[sunting | sunting sumber]

Sakuna: Of Rice and Ruin dikembangkan oleh Edelweiss, tim beranggotakan dua orang yang sebelumnya mengembangkan permainan tembak-menembak tahun 2014 Astebreed. Tim ini mulai mengerjakan Sakuna pada tahun 2015. Sebelumnya mereka memutuskan untuk fokus pada elemen pertanian dan pertarungan, permainan ini sebenarnya akan menjadi sekuel dari judul Edelweiss sebelumnya Fairy Bloom Freesia.[2]

Dengan Sakuna, sutradara Nal ingin mengatasi kritik terhadap permainan mereka sebelumnya karena durasinya yang kurang, pembangunan dunia dan cerita;[2] sebagian besar waktu pengembangan dihabiskan untuk membuat simulasi panen padi serealistis mungkin.[3] Koichi, seorang seniman dari permainan, melakukan penelitian dengan menanam padi di balkon rumahnya dan membaca tentang pertanian dari perpustakaan umum (seperti Perpustakaan Nasional Diet) dan arsip di daerah pedesaan. Untuk meneliti rumah tradisional Jepang, ia berkunjung Kyoto dan Shirakawa-go.[4]

Permainan ini diumumkan pertama kali pada E3 2017.[5] Awalnya dijadwalkan akan dirilis pada tahun 2019 tetapi ditunda hingga tahun 2020.[6] Menjelang akhir pengembangan, lebih dari sepuluh orang mengerjakan permainan ini secara langsung.[7] Edelweiss menetapkan target penjualan awal sebanyak 30.000 eksemplar terjual.[8]

Menurut Edelweiss, tidak ada rencana untuk konten unduhan untuk permainan ini.[9]

Penerimaan

[sunting | sunting sumber]

Sakuna: Of Rice and Ruin menerima ulasan yang umumnya menyukai menurut agregator ulasan Metacritic.[11][10][12] Itu sukses secara komersial, dengan lebih dari 850.000 eksemplar dikirimkan pada 29 Januari 2021.[20] Permainan ini telah terjual 1 juta kopi pada 4 Juni 2021.[21]

Peninggalan

[sunting | sunting sumber]

Edelweiss menyatakan pada Januari 2021 bahwa mereka berharap dapat membuat sekuelnya di masa depan.[22] Pada November 2024, permainan spin-off, berjudul Sakuna Chronicles: Kokorowa and the Gears of Creation, dan sebuah permainan seluler yang belum diberi judul diumumkan.[23]

Pada Juli 2021, tiga karakter dari Sakuna muncul sebagai Roh di permainan pertarungan crossover Super Smash Bros. Ultimate.[24] Pada akhir Agustus tahun yang sama, Pakaian Sakuna tersedia dalam kolaborasi DLC dengan Story of Seasons: Pioneers of Olive Town.[25] Sakuna juga muncul dalam kolaborasi dengan permainan aksi rogue-lite 2021 Metallic Child.[26]

Media lainnya

[sunting | sunting sumber]
Sakuna: Of Rice and Ruin
天穂のサクナヒメ
(Tensui no Sakuna-hime)
PenciptaEdelweiss
Manga
Tensui no Sakuna Hime: Ikusa Datara no Kamigami
PengarangJiji & Pinch
PenerbitHero's Inc.
MajalahComiplex
DemografiSeinen
Terbit26 November 202125 November 2022
Volume2
Anime
SutradaraMasayuki Yoshihara
SkenarioJukki Hanada
MusikYoshiaki Fujisawa
StudioP.A. Works
PelisensiCrunchyroll
Tayang 6 Juli 2024 28 September 2024
 Portal anime dan manga

Sebuah adaptasi manga oleh Jiji & Pinch, berjudul Tensui no Sakuna Hime: Ikusa Datara no Kamigami, diserialkan mulai 26 November 2021 hingga 25 November 2022 di situs manga Comiplex milik Hero's Inc.[27][28]

Sebuah adaptasi seri televisi anime diumumkan pada Maret 2024. Serial ini diproduksi oleh P.A. Works dan disutradarai oleh Masayuki Yoshihara, dengan Jukki Hanada mengawasi dan menulis naskah seri. Tayang perdana pada 6 Juli 2024 di TV Tokyo dan afiliasinya.[29] Lagu tema pembukanya adalah "Hare!" (晴々!, Seisei!) diperankan oleh Ikimonogakari, sementara lagu penutupnya adalah "Origami" diperankan oleh Little Glee Monster.[30] Crunchyroll melisensikan seri ini.[31] Medialink melisensikan serial ini di Asia Selatan dan Tenggara untuk streaming di saluran YouTube Ani-One Asia.[32]

Sebuah sekuel dan prekuel untuk permainan ini diumumkan pada November 2024.[33]

No.Judul [34][35]Sutradara [34]Papan cerita oleh [34]Tanggal tayang asli [36]
1"Putri Sakuna dari Alam Tinggi"
Transkripsi: "Itadaki no Yo no Sakuna-hime" (Jepang: 頂の世のサクナヒメ)
Yasuo FujiiYasuo Fujii6 Juli 2024 (2024-07-06)
Episode dimulai dengan Sakuna, seorang dewi panen, bersantai di ladang gandum, yang kemudian terungkap sebagai mimpi. Temannya Kokorowa, seorang dewi penemu membangunkannya dan mengungkapkan bahwa ada manusia yang memasuki Alam Tinggi. Para manusia, terdiri dari Tauemon, Myrthe, Kinta, Yui, dan Kaimaru, sampai di jembatan yang menuju ke Alam Tinggi dan diberitahu oleh suara misterius untuk berbalik arah dikarenakan manusia tidak diperbolehkan di Alam Tinggi. Ishimaru, seorang bandit yang kuat, mengejar mereka dengan maksud membunuh mereka. Meskipun Tauemon mencoba melindungi yang lain, Sakuna menghentikan konfrontasi mereka. Setelah Ishimaru menghinanya, dia menendangnya ke bawah lautan awan. Dia kemudian memperingatkan para manusia untuk pergi karena jembatan akan segera menghilang. Tama, makhluk seperti anjing, yang merupakan suara misterius dari sebelumnya, tidak senang dengan Sakuna karena menendang manusia dan ingin dia lebih bertanggung jawab. Saat bertemu dengan Kokorowa, mereka melihat jembatan itu menghilang. Lady Kamuhitsuki, ketua dewi, datang untuk menghadiri perjamuan. Sakuna kemudian diberi hadiah sebagai tanda kelulusan atas persembahan berasnya. Tama kemudian menjelaskan sejarah orang tuanya, Toyohana dan Takeribi, dan tidak senang dengan cara dia menangani tugasnya, juga mengungkapkan bahwa dia sebenarnya adalah senjata familiar yang pernah dimiliki oleh Takeribi. Boneka mekanik Kokorowa mendeteksi penyusup di Alam Tinggi, yang ternyata adalah kelompok manusia yang sama dari sebelumnya, dan pergi untuk menghadapi mereka. Khawatir bahwa dia mungkin mendapat masalah, Sakuna mengejar para manusia. Dia menemukan mereka di lumbung padi yang menyimpan persembahannya, tetapi secara tidak sengaja menghancurkan lumbung tersebut. Kamuhitsuki kesal dengan tindakan Sakuna sambil menyatakan bahwa manusia dan dewa harus tetap berada di wilayah mereka masing-masing. Sebagai hukuman atas tindakannya, Kamuhitsuki menugaskan Sakuna untuk menjaga manusia dan mengusir mereka ke Pulau Iblis, sebuah pulau binatang iblis tempat orang tua Sakuna dan dewa naga jahat Omizuchi pernah tinggal, meminta Sakuna untuk membersihkan tempatnya dari para iblis. Sakuna tidak senang dengan berita ini dan menyalahkan manusia atas kesulitan yang mereka hadapi sebelum Tauemon mengambil alih. Setelah menghabiskan malam bersama Kokorowa, Sakuna, Tama, dan para manusia bersiap untuk perjalanan mereka ke Pulau Iblis. Kokorowa dan Tauemon membagikan pengetahuan mereka tentang Alam Bawah dan Tinggi dengan satu sama lain. Sakuna masih tidak ingin pergi, tapi dengan enggan mempertimbangkan kembali setelah beberapa meyakinkan dari Kokorowa, dan kemudian secara paksa dibawa ke kapal oleh Tauemon; namun, Sakuna dengan cepat mulai berubah pikiran sebelum semua orang mengalihkan perhatian mereka ke matahari terbit.
2"Tinggal di Pulau Hinoe"
Transkripsi: "Hinoe Shima ni Sumau" (Jepang: ヒノエ島に住まう)
Yuriko Abe & Yasuo FujiiYuriko Abe & Heo Jong13 Juli 2024 (2024-07-13)
Kelompok Sakuna melanjutkan ke Pulau Iblis dengan menggunakan sebuah perahu kecil, yang dilanda badai. Mereka melihat pulau itu tepat sebelum ombak besar menghantam mereka. Setelah selamat, kelompok itu mencapai pulau itu. Tama menginstruksikan mereka untuk mencari sawah yang awalnya dimiliki oleh Toyohana. Setelah beberapa perdebatan, Sakuna setuju untuk memimpin para manusia melintasi pulau, tetapi bertemu dengan kelinci iblis. Sakuna berhasil mengalahkan mereka. Mereka disambut oleh seorang samurai mirip musang bernama Ashigumo, sekutu orang tua Sakuna, yang pergi setelah gempa bumi terjadi. Setelah menyusulnya di sebuah jalan pegunungan, mereka memperkenalkan diri. Ashigumo membawa mereka ke sawah Toyohana sebelum dia pergi untuk mengalahkan beberapa iblis. Kelompok itu menjelajahi rumah dan gudang penyimpanan. Sakuna dengan enggan setuju untuk mengumpulkan makanan di sekitar pulau sementara manusia bekerja di pertanian. Tauemon mengungkapkan bahwa ia memiliki beberapa benih padi. Selama makan malam, Tauemon mengungkapkan bahwa ia adalah bagian dari sekelompok bandit yang tidak akan mencuri dari orang yang tidak bersalah. Ishimaru, yang juga merupakan bagian dari kelompok, membunuh pemimpinnya, yang ternyata adalah ayah Kaimaru, karena dia tidak puas dengan metodenya dan percaya bahwa mereka harus bertahan hidup dengan cara apa pun yang diperlukan. Tauemon menyelamatkan Kaimaru, bersama dengan Myrthe, Kinta, dan Yui, yang merupakan budak pada saat itu dan Ishimaru berencana untuk menjual mereka, dan melarikan diri dari para bandit, akhirnya tiba di jembatan menuju Alam Tinggi. Sakuna berjanji akan mencari makanan untuk mereka besok, yang menyenangkan Tama. Keesokan paginya, Tauemon mulai bekerja di ladang. Saat Sakuna pergi, Myrthe ingin menjelajahi pulau tersebut, tetapi dicegah oleh Sakuna. Setelah membunuh iblis besar, dia kembali hanya untuk menemukan bahwa Tauemon mengacaukan pekerjaan pertanian dan kehilangan sebagian besar benih, mengungkapkan bahwa dia tidak pandai bertani atau bertarung. Setelah Myrthe menghentikan pertengkaran itu, dia mencoba memasak daging yang dibawa Sakuna kembali, tapi akhirnya membakarnya. Sakuna dan Tama menemukan catatan keterampilan bertani Toyohana, tapi Sakuna tidak mau melakukan pekerjaan itu. Di pagi selanjutnya, dia mempertimbangkannya kembali dan mulai bekerja di ladang.
3"Lagu menanam padi"
Transkripsi: "Taueuta" (Jepang: 田植唄)
Yuki NakanoYasuo Fujii20 Juli 2024 (2024-07-20)
Tauemon dan Tama mengajarkan Sakuna bagaimana cara untuk bertani saat dia melanjutkan tugasnya di ladang. Dia kecewa karena dia harus mengumpulkan sampah dari jamban untuk membuat pupuk, jadi Tauemon memutuskan untuk melakukanya untuknya, tapi dia mengacaukannya. Myrthe kembali berjuang untuk menyiapkan makanan yang layak. Tauemon meminta bantuan Ashigumo untuk proyek yang tidak diketahui. Keesokan harinya, Sakuna mempelajari bagaiman cara untuk menanam benih padi dan Tama menjelaskan bahwa menanam tanaman akan meningkatkan kekuatannya. Setelah kembali dari perburuan, Sakuna memutuskan untuk membantu mencabut rumput liar dari kebun. Saat makan malam, Myrthe membuat kesalahan dengan memasak pangsit. Tauemon dan Tama menjelaskan bahwa mereka mungkin tidak dapat menanam cukup beras untuk bertahan hidup dan agar Sakuna menjadi lebih kuat karena butuh waktu lama untuk tumbuh. Sakuna bosan bekerja di pertanian dan memutuskan untuk kembali ke ibukota, Namun ombak besar menghalanginya untuk pergi, memaksanya untuk kembali ke pulau itu. Kinta, Yui, dan Myrthe mengungkapkan bakat khusus mereka kepadanya. Mereka juga menunjukkan Sakuna sebuah ladang yang mereka buat di kaki gunung dengan bantuan Ashigumo. Ketika anak-anak dan Sakuna bertengkar saat bekerja di ladang, Tauemon membantu mereka menenangkan diri dengan bernyanyi.
4"Perjalanan Myrthe"Shunji YoshidaMasaki Tachibana27 Juli 2024 (2024-07-27)
Saat Sakuna melanjutkan pekerjaannya di ladang, dia melihat Myrthe mencoba untuk memulai sebuah kelas, tetapi anak-anak tidak tertarik. Malam itu, Myrthe menceritakan latar belakangnya. Kinta mengambil minyak katak yang dikumpulkan Sakuna untuk mencoba membuat api, tetapi membuatnya terlalu kuat. Hal ini membuat Sakuna kesal, tetapi Myrthe menghentikan pertengkaran mereka. Sakuna kemudian meminta Ashigumo untuk membantu menanam padi, tetapi dia menolak karena dia tidak membutuhkan makanan dan menjelaskan bahwa sukunya telah meninggalkan pulau seiring mereka takut terhadap para iblis. Mengetahui adanya makhluk yang disebut kappa yang tinggal di pulau itu, mereka memutuskan untuk merekrut mereka untuk membantu pekerjaan pertanian. Karena semua orang, kecuali Kinta, pergi untuk mencari di pulau itu. Kinta meminta Ashigumo untuk membantunya mewujudkan keinginannya menjadi pandai besi dan membangun bengkel. Kelompok itu menemukan kappa di sebuah kolam, tapi mereka mengira kelompok itu adalah musuh karena mata biru Myrthe dan melemparkan batu ke arah mereka, melukai Yui dalam prosesnya. Kemudian, Sakuna, Tauemon, dan Kinta pergi untuk berbicara dengan kappa, dan Myrthe dan Yui membantu merawat kappa yang terluka yang telah menemukan jalannya ke pertanian. Yui segera pergi untuk menjemput yang lain, tetapi kembali untuk menemukan bahwa Myrthe dan para kappa telah pergi. Seekor anjing kembali dengan kalung Myrtle. Sakuna dan Tama pergi untuk mencarinya, tetapi bertemu dengan iblis ikan yang mirip ikan lele. Dia kemudian menemukan Myrthe dan kappa, yang mengungkapkan bahwa iblis memangsa kappa. Myrthe menyebarkan racun untuk melemahkan iblis, sehingga memungkinkan Sakuna untuk membunuhnya. Mereka mengira bahwa kappa hanya menganggap Myrthe adalah musuh karena matanya terlihat seperti mata iblis. Para kappa kemudian setuju untuk bekerja di pertanian. Kinta kemudian meminta Sakuna untuk sebuah permintaan.
5"Kinta membalas budi"
Transkripsi: "Kinta no Ongaeshi" (Jepang: きんたの恩返し)
Akira KatoHeo Jong & Kosuke Kawamura3 Agustus 2024 (2024-08-03)
Sebuah bengkel baru dibangun untuk digunakan Kinta. Setelah menyadari bahwa tanamannya kering, Tauemon menjelaskan mengapa membiarkannya sebelum memasukan air. Para bebek juga masuk ke ladang untuk membantu menyingkirkan serangga dan gulma. Kaimaru membawa seekor kucing, yang mengganggu bebek-bebek. Di sisi lain, Kinta terlalu sibuk dengan pekerjaannya untuk membantu di peternakan. Hal ini membuat Sakuna percaya bahwa Yui menaksir Kinta, tetapi Yui menyangkalnya dan hanya ingin berteman. Mengetahui bakat Yui dalam menenun, Sakuna membangun gubuk tenun untuknya. Sakuna kemudia mencoba untuk membuat Yui dan Kinta saling berbicara, tapi tidak berhasil. Dia kemudian mengetahui bahwa Kinta pernah menyelamatkan nyawa Yui. Yui menghilang secara misterius dan seekor bangau terlihat meninggalkan gubuk tenun. Sakuna mengonfrontasi Kinta atas perlakuannya terhadap Yui, tetapi Kinta mengklaim bahwa penyelamatan nyawa Yui tidak terjadi. Mereka dan Tama pergi mencari bangau tersebut. Setelah mengalahkan iblis kerang, mereka menemukan bangau itu. Kinta mengungkapkan bahwa dia pernah melihat seekor bangau terjebak dalam perangkap dan membebaskannya (yang sebenarnya adalah Yui), membuat Sakuna melihat bahwa bangau itu sebenarnya adalah Yui. Makhluk besar seperti UFO yang disebut Pengunjung tiba, meskipun Kinta tidak dapat melihat atau mendengar mereka. Mereka mengungkapkan bahwa Yui dulunya adalah seekor bangau, dan mereka mengubahnya menjadi manusia melalui kekuatan hubungan. Yui harus mendapatkan kembali kekuatan ini untuk mengubahnya menjadi manusia lagi. Atas desakan Sakuna, Kinta mengungkapkan hubungannya dengan Yui, tapi itu tidak cukup. Menemukan sisir yang dibuat Kinta untuk Yui, dia mengungkapkan perasaannya pada Yui, mengubahnya menjadi manusia lagi. Kelompok tersebut kemudian menghabiskan malam dengan mengusir serangga dari ladang.
6"Api kebencian"
Transkripsi: "Urami no Honō" (Jepang: 恨みの炎)
Masanori TakahashiAkari Aizaki & Kosuke Kawamura10 Agustus 2024 (2024-08-10)
Saat memeriksa padi-padi, Sakuna merasakan gempa bumi. Dia dan para manusia mempelajari bahwa sungainya telah terkena polusi dengan sulfur dan iblis sedang menuju ke gunung berapi, yang merupakan penyebab gempa bumi. Sakuna dengan berat hati setuju untuk memeriksanya. Sesampainya di gunung berapi, mereka menemukan setan yang sudah mati. Ketika Sakuna mencoba melarikan diri, dia bertemu dengan momok, Makhluk hidup berwujud kerangka. Ashigumo menyelamatkannya dan mengungkapkan bahwa mereka adalah mayat hidup dari sukunya, yang membunuh iblis karena balas dendam dan ada sesuatu di puncak gunung berapi yang mengendalikan mereka. Ashigumo teringat bagaimana dia dan Takeribi melawan Omizuchi. Mereka melawan para hantu sambil terus menuju ke atas, di mana mereka bertemu dengan Momok Homusubi, yang mengendalikan momok dan menjadi penyebab polusi. Ashigumo terluka dalam pertarungan, memaksa mereka mundur. Kembali ke pertanian, saat Ashigumo sedang dalam pemulihan, Sakuna mencoba menguasai keterampilan baru. Dia dan Tauemon kemudian memanen padi-padi di ladang, dan Sakuna belajar cara membuat nasi. Ashigumo pergi saat makan malam setelah mengobrol dengan Sakuna, yang kemudian diberi hadiah oleh Kinta dan Yui. Sehari kemudian, Sakuna dan Tama kembali ke gunung berapi untuk melawan Hantu Humusubi dan berhasil mengalahkan antek-anteknya sebelum merusak intinya. Sebelum jatuh ke lava, Momok mengungkapkan bahwa ia dan yang lainnya dibunuh oleh iblis dan manusia. Sebuah pemakaman dilakukan untuk suku Ashigumo.
7"Kokorowa yang melankolis"
Transkripsi: "Kokorowa-hime no Yūutsu" (Jepang: ココロワヒメの憂鬱)
Lee Ki-SeopHeo Jong & Yasuo Fujii17 Agustus 2024 (2024-08-17)
Kembali ke ibukota, Kokorowa mengingat apa yang telah dia lakukan setelah kepergian Sakuna saat Kamuhitsuki mempertimbangkan untuk membawa Sakuna kembali. Setelah kembali, Sakuna memberi tahu Kamuhitsuki tentang Hantu Humusubi dan bahwa ada manusia yang mengendalikan para iblis. Dia kemudian mempersembahkan Kamuhitsuki nasi yang telah dia tanam, dan bersatu kembali dengan Kokorowa; namun, Sakuna dan Tama berencana untuk kembali ke Pulau Iblis keesokan harinya. Sakuna senang kembali ke kamarnya dan menemukan gulungan yang Kokorowa coba sembunyikan, percaya bahwa dia akhirnya menyenangkan Kamuhitsuki. Saat mereka menghabiskan malam bersama, mereka mengingat bagaimana Sakuna mencoba pergi ke Pulau Iblis sebelumnya ketika dia masih muda. Kamuhitsuki memberi hadiah pada Sakuna berupa nasi yang diberikan padanya, dan mengungkapkan bahwa dia menikmatinya. Sakuna pergi dari ibukota di pagi harinya. Dia kemudian berbicara kepada manusia tentang beras yang dia buat saat mereka melanjutkan pekerjaan pertanian mereka. Akhirnya, Sakuna bermaksud memberi nama produk beras barunya Amaho's Honor, meskipun manusia malah menamainya Amahoho. Sementara itu, Kokorawa menerima sebuah tas dari kelinci iblis.
8"Kerusuhan beras yang mengagetkan Ibukota"
Transkripsi: "To o Yurugasu Kome Sōdō" (Jepang: 都を揺るがす米騒動)
Kazuya KitōKazuya Kitō24 Agustus 2024 (2024-08-24)
Seorang dewa datang dari ibukota mengunjungi pertanian, tetapi para manusia tidak dapat mengerti. Mereka mengetahui bahwa seseorang telah mengubah beras Sakuna menjadi produk berbahaya, yang diduga adalah Kokorowa. Sakuna tidak dapat mempercayai ini, tapi Tama memperingatkannya bahwa Kokorowa bisa dihukum atas tindakannya dan hal yang sama juga akan terjadi pada Sakuna jika dia kembali ke ibukota tanpa diundang. Dewa tersebut membantu Sakuna dan Tama menyelinap kembali ke ibu kota meskipun Tama khawatir. Kokorowa memberitahu Kamuhitsuki tentang nasi yang berbahaya dan mencurigai seseorang telah menyabotase persembahan karena cemburu, yang didengar Sakuna. Terungkap bahwa Kokorowa adalah orang yang bertanggung jawab atas sabotase tersebut menggunakan produk yang dia dapatkan dari kelinci iblis. Dia bertemu dengan Sakuna dan setelah mencegahnya mengambil produk tersebut, dia menyuruh Sakuna kembali ke pulau, tapi dia kabur dan mengejar Kokorowa, melawan semua automaton di sepanjang jalan. Menemukannya di lumbung padi, Kokorowa mengungkapkan kecemburuannya terhadap Sakuna yang mendapat lebih banyak perhatian daripadanya; namun, dia secara tidak sengaja menghancurkan lumbung padi. Tindakan mereka membuat Kamuhitsuki tidak senang dan setelah Kokorowa mengatakan yang sebenarnya, Sakuna mengaku kesalahan untuk mencegah temannya dihukum dan diusir dari ibu kota selamanya. Meskipun dia dengan senang hati menerima tuntutan tersebut, dia dengan cepat mulai berubah pikiran. Kokorowa menyusulnya dan mengungkapkan bahwa dia ditugaskan untuk membantu Sakuna menghentikan para iblis dan mereka diperbolehkan mengunjungi ibukota kembali setelah mereka menyelesaikan tugas-tugas mereka.
9"Penguasa Iblis"
Transkripsi: "Oni, Suberu Mono" (Jepang: 鬼、統べる者)
Tomoaki YamashitaKosuke Kawamura31 Agustus 2024 (2024-08-31)
Kokorowa mengamati semua orang yang bekerja di ladang. Mereka kemudian menemukan seekor kelinci iblis yang terluka. Meskipun Sakuna, Kinta, dan Tama ragu, yang lain membantu mengobati iblis itu. Tama bertanya-tanya bagaimana iblis itu menemukan jalannya ke celah gunung karena seharusnya tersembunyi dari iblis. Memutuskan untuk menemukan jawabannya, Sakuna, Kokorowa, dan Ashigumo menggunakan anjing untuk mengikuti baunya, membawa mereka ke kuil yang mereka yakini sebagai tempat persembunyian iblis. Kelinci iblis menyergap mereka, tetapi Kokorowa menggunakan automatonnya untuk mengusir mereka. Ketika Tama menjadi khawatir tentang celah tersebut, Kokorowa kembali ke pertanian saat Sakuna dan Ashigumo memasuki kuilnya. Bertemu dengan lebih banyak iblis di sepanjang jalan, termasuk iblis raksasa mirip katak yang dibantu oleh otomatisasi Kokorowa untuk mengalihkan perhatian, sehingga mereka dapat terus maju. Mereka bertemu dengan Momok Humusubi, yang ternyata selamat. Ashigumo melawannya sendirian saat Sakuna menuju ke atas di mana dia menemukan bahwa pemimpin iblis adalah Ishimaru, yang berakhir di pulau sebelum mereka karena lautan awan di bawah jembatan menuju Alam Tinggi tidak memiliki koneksi ke ruang dan waktu. Berusaha membalas dendam pada Sakuna, dia mengambil bentuk yang jauh lebih kuat. Meskipun Sakuna berhasil mengalahkannya, dia kemudian memutuskan untuk tidak membunuhnya saat dia tahu hubungannya dengan Tauemon, Namun tiba-tiba gunung berapi itu meletus. Ishimaru mengungkapkan bahwa Omizuchi selamat dari kekalahannya dan bersembunyi. Ishimaru menemuinya saat kedatangannya dan membuat kesepakatan untuk mempersiapkan kebangkitannya dengan imbalan kendali atas pasukan iblis sebelum pergi. Melihat api di celah gunung, keduanya kembali dan mendapati pertanian dihancurkan oleh para iblis, diduga telah dituntun ke lokasinya oleh kelinci iblis yang terluka.
10"Kebangkitan"
Transkripsi: "Saiki" (Jepang: 再起)
Yoshihide KuriyamaJunichi Sakata7 September 2024 (2024-09-07)
Sakuna menemukan bahwa para manusia selamat dari serangan dengan bersembunyi di dalam gua terdekat. Hancur karena hal ini, Sakuna mempertimbangkan untuk meninggalkan pulau itu, tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya setelah dibujuk oleh Tama, dan bermaksud membangun kembali pertaniannya. Kokorowa kembali, setelah sempat meninggalkan pulau itu setelah merasakan kehadiran setan di daerah tersebut. Seiring mereka membangun kembali, Ashigumo mengungkapkan bahwa Ishimaru hilang serta sifat sebenarnya dari Momok Humusubi. Sakuna dan Kokorowa kembali ke ibu kota untuk meminta Bola Transformasi untuk membuat beras. Kamuhitsuki mengarahkan mereka, tetapi diserang oleh kutu daun. Mereka mengambil bola itu dan kembali ke pulau itu, yang sebagian besar telah dibangun kembali, dan menggunakannya untuk memulihkan tanah. Ketika Kaimaru menghilang, Sakuna, Tama, dan Tauemon menemukannya sedang merawat iblis yang terluka yang sama dari sebelumnya, tetapi tetap saja biarkan saja karena terungkap bahwa ia tidak bermaksud untuk memikat rekan-rekan iblisnya ke peternakan itu. Sebagai tanggapan, ia berubah menjadi kelinci biasa, tetapi kemudian dibunuh oleh Ishimaru.
11"Cahaya Pengampunan"
Transkripsi: "Yurushi no Hikari" (Jepang: 赦しの光)
Yasuo FujiiHeo Jong14 September 2024 (2024-09-14)
Tauemon menghadapi Ishimaru dan mengingat masa lalu mereka di mana Ishimaru membenci cara bertahan hidup kelompoknya. Tauemon berhasil mengalahkan Ishimaru, tapi dia mencoba menculik Kaimaru, berniat membuatnya menderita seperti ayahnya. Kaimaru tiba-tiba mulai bersinar, melukai Ishimaru dan memaksanya pergi dengan tangan kosong. Mereka mengetahui bahwa Kaimaru dan manusia lainnya berubah menjadi dewa seperti ibu Sakuna. Saat gempa lainnya terjadi, mereka menyarankan menginformasikan Kamuhitsuki, Namun Tama memperingatkan mereka bahwa melakukan hal itu akan menyebabkan kekacauan di Alam Tinggi. Sakuna kemudian menyadari kesalahan masa lalunya, tapi Kokorowa menghiburnya tentang hal itu. Tauemon memperingatkan mereka tentang betapa tidak berperasaannya Ishimaru sekarang, tetapi mereka masih mempercayai bahwa di dalamnya tetap baik. Sementara itu, Ishimaru diserang oleh para Momok dan Momok Humusubi. Tanpa gentar, ia melanjutkan untuk melawan mereka. Sakuna, Tauemon dan Kokorowa menemukan momok dan iblis yang bertarung satu sama lain, dengan Ashigumo terjebak di tengahnya. Saat Kokorowa dan Tauemon kembali ke celah gunung, Sakuna, Tama, dan Ashigumo menuju sarang iblis di mana mereka menemukan bahwa Ishimaru dirasuki oleh Momok Humusubi. Terbukti terlalu kuat bagi mereka untuk dikalahkan, tetapi Tauemon dan Kokowrowa tiba dan menghadapi Ishimaru yang dirasuki. Tauemon berhasil mengalahkannya, juga mengungkapkan bahwa kelinci yang dia pikir telah dibunuhnya sebenarnya masih hidup. Ishimaru kemudian menghilang ke alam baka. Sakuna akhirnya memutuskan untuk melawan Omizuchi.
12"Pedang Hoshitama"
Transkripsi: "Hoshitama Ken" (Jepang: 星タマ剣)
Yuriko AbeYasuo Fujii & Yuriko Abe21 September 2024 (2024-09-21)
Tama memberitahu kepada semuanya tentang Omizuchi dan bagaimana ayah Sakuna menglahakannya. Pakaian Ilahi Sakuna ternyata dibuat oleh para Pengunjung. Tama mengungkapkan bahwa dia adalah setengah dari pedang yang digunakan untuk mengalahkan Omizuchi, tetapi harus dikorbankan kembali untuk mengalahkannya. Sakuna tidak mau melakukan hal itu dan mencoba mencari cara alternatif. Saat gunung berapi meletus, Kelompok itu mencoba melindungi ladang. Akhirnya, Sakuna tidak punya pilihan selain mengorbankan Tama. Beberapa waktu kemudian, Kaimaru membawa seekor sapi untuk bekerja di peternakan saat mereka melanjutkan rutinitas harian mereka. Keesokan harinya, Tama meminta semua orang untuk menempanya menjadi senjata baru untuk mengalahkan Omizuchi tanpa sepengetahuan Sakuna, tetapi saat dia mengetahuinya, dia sangat kecewa.
13"Sakuna: Padi dan Kehancuran"
Transkripsi: "Tensui no Sakuna-hime" (Jepang: 天穂のサクナヒメ)
Tadashi Yoshihara, Yasuo Fujii, Yuriko Abe & Masanori TakahashiMasayuki Yoshihara, Yasuo Fujii & Yuriko Abe28 September 2024 (2024-09-28)
Sebuah festival diadakan di pertanian, Namun ketika gunung berapi itu meletus lagi, Sakuna mengumumkan persiapannya untuk melawan Omizuchi. Dia dan Kokorowa berangkat untuk menghadapinya dengan bantuan kappa. Mereka bergabung dengan Ashigumo, yang menahan iblis yang menyerang agar gadis-gadis itu dapat memasuki sarang Omizuchi. Mereka menemukan bagian-bagian pohon yang digunakan Omizuchi untuk mendapatkan kembali kekuatannya bersama dengan area tempat orang tua Sakuna dulu berada. Kokorowa terjatuh dari sebuah tebing, tetapi Ashigumo menyelematkannya. Sakuna pergi sendirian untuk menghadapi dewa naga jahat itu. Omizuchi menjebak Sakuna dalam mantra mimpi, tetapi dia berhasil lolos. Omizuchi mengetahui bahwa dia adalah putri Toyohana dan Takeribi. Sakuna melawan Omizuchi dan naga salinannya, tapi akhirnya kalah. Dia akhirnya melihat bagian pedang Tama yang hilang di dalam tubuh Omizuchi dan berhasil menggunakannya untuk membunuhnya, tapi menemukan dirinya jatuh ke Alam Rendah karena pakaian ilahinya datang dengan biaya penggunaan kekuatannya. Dia menyadari Tama masih hidup dan baik-baik saja, Namun kejatuhan mereka tiba-tiba terhenti. Jiwa orang tua Sakuna kini terbebas dari Omizuchi, mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkannya dengan bantuan Kaimaru, yang jiwanya dapat meninggalkan tubuhnya untuk sementara waktu. Sakuna bersatu kembali dengan Ashigumo, Kokorowa, dan kappa saat mereka kembali ke pertanian untuk bersatu kembali dengan para manusia. Kokorowa memberi tahu Kamuhitsuki tentang keberhasilan misi mereka, dan kelompok Sakuna terus bekerja di pertanian.
  1. ^ Jepang: 天穂のサクナヒメ Hepburn: Tensui no Sakuna-hime?
  2. ^ Gabungan antara Sakuna dan Ashigumo

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Romano, Sal (July 20, 2020). "Sakuna: Of Rice and Ruin launches November 10 in North America, November 12 in Japan, and November 20 in Europe". Gematsu. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 25, 2020. Diakses tanggal November 21, 2020. 
  2. ^ a b Valentine, Rebekah (November 12, 2020). "The careful cultivation and localization of Sakuna: Of Rice and Ruin". gamesindustry.biz. 
  3. ^ "Sakuna: Of Rice and Ruin Appears to be Doing Well in Japan". Siliconera. November 14, 2020. Diakses tanggal November 21, 2020. 
  4. ^ Sahdev, Ishaan (November 10, 2020). "Interview: How Sakuna: Of Rice and Ruin's Devs Grew Their Own Rice for Research". Siliconera. Diakses tanggal March 20, 2021. 
  5. ^ Romano, Sal (June 2, 2017). "XSEED Games announces E3 2017 lineup". Gematsu. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 4, 2017. Diakses tanggal November 21, 2020. 
  6. ^ Gerblick, Jordan (December 11, 2019). "Sakuna: Of Rice and Ruin has been delayed until 2020". GamesRadar+. Diakses tanggal November 21, 2020. 
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama gibiz2
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama million2
  9. ^ Romano, Sal (January 13, 2021). "Sakuna: Of Rice and Ruin – no plans for DLC, but developer hopes to create sequel". Gematsu. Diakses tanggal January 13, 2021. 
  10. ^ a b "Sakuna: Of Rice and Ruin for PC Reviews". Metacritic. CBS Interactive. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  11. ^ a b "Sakuna: Of Rice and Ruin for Switch Reviews". Metacritic. CBS Interactive. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 25, 2020. Diakses tanggal December 31, 2020. 
  12. ^ a b "Sakuna: Of Rice and Ruin for PlayStation 4 Reviews". Metacritic. CBS Interactive. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 25, 2020. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  13. ^ Devore, Jordan (November 15, 2020). "Review: Sakuna: Of Rice and Ruin". Destructoid. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 25, 2020. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  14. ^ Juba, Joe (November 9, 2020). "Sakuna: Of Rice and Ruin Review – Feast And Famine". GameInformer. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 9, 2020. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  15. ^ Shive, Chris (November 9, 2020). "Review: Sakuna: Of Rice and Ruin". HardcoreGamer. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 25, 2020. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  16. ^ Gray, Kate (November 16, 2020). "Sakuna: Of Rice and Ruin Review (Switch) - Rice, Rice, Baby". NintendoLife. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  17. ^ "Sakuna: Of Rice and Ruin Review". Official UK PlayStation Magazine. Future plc (182): 156. 
  18. ^ Jones, Jenny (November 9, 2020). "Mini Review: Sakuna: Of Rice and Ruin (PS4) - Gorgeous Action RPG with Deep Farming Mechanics". Push Square. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 25, 2020. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  19. ^ Parsons, Isaac (November 9, 2020). "Review - Sakuna: Of Rice and Ruin". RPGFan. Diakses tanggal November 23, 2020. 
  20. ^ https://corp.marv.jp/library/img/tansin3q2021.pdf [URL PDF mentah]
  21. ^ Craddock, Ryan (June 4, 2021). "Sakuna: Of Rice And Ruin Dev Hoped It'd Sell 30k Copies - It Just Passed One Million". NintendoLife. Diakses tanggal June 4, 2021. 
  22. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama no dlc
  23. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Sakuna Chronicles
  24. ^ Doolan, Liam (July 14, 2021). "Brand New Sakuna: Of Rice And Ruin Spirits Are Joining Smash Bros. Ultimate". NintendoLife. Diakses tanggal July 14, 2021. 
  25. ^ "Story of Seasons: Pioneers of Olive Town getting Sakuna: Of Rice and Ruin collaboration DLC". Nintendo Everything. August 30, 2021. Diakses tanggal August 30, 2021. 
  26. ^ "Metallic Child will have Sakuna: Of Rice and Ruin collaboration DLC". Nintendo Everything. September 5, 2021. Diakses tanggal September 5, 2021. 
  27. ^ Hodgkins, Crystalyn (November 2, 2021). "Hero's Magazine's 10th Anniversary Projects Include Manga for Sakuna: Of Rice and Ruin Game, Tatsunoko". Anime News Network. Diakses tanggal December 1, 2022. 
  28. ^ Hodgkins, Crystalyn (October 28, 2022). "Sakuna: Of Rice and Ruin Manga Adaptation Ends in Next Chapter (Updated)". Anime News Network. Diakses tanggal December 1, 2022. 
  29. ^ Loo, Egan (March 9, 2024). "Sakuna: Rice and Ruin Game Gets TV Anime by P.A. Works in 2024". Anime News Network. Diakses tanggal March 9, 2024. 
  30. ^ Hodgkins, Crystalyn (May 25, 2024). "Sakuna: Of Rice and Ruin Game Reveals New Promo Video, Theme Song Artists, July 6 Debut". Anime News Network. Diakses tanggal May 25, 2024. 
  31. ^ Mateo, Alex (July 3, 2024). "Crunchyroll to Stream Fairy Tail: 100 Years Quest, The Elusive Samurai, True Beauty, More Anime for Summer Season". Anime News Network. Diakses tanggal July 3, 2024. 
  32. ^ "🌻 Medialink July 2024 New Anime Line-Up 🌻 🌾 Sakuna: Of Rice and Ruin Project is arriving on Ani-One Asia!". Ani-One Asia. July 2, 2024. Diakses tanggal July 2, 2024 – via Facebook. 
  33. ^ Mateo, Alex (November 14, 2024). "Sakuna: Of Rice and Ruin Anime Gets Sequel, Spinoff Game About Kokorowa, Smartphone Game". Anime News Network. Diakses tanggal November 14, 2024. 
  34. ^ a b c "Monogatari|Terebi Anime『Tensui no Sakuna-hime』" 物語|TVアニメ『天穂のサクナヒメ』 [Story|TV Anime "Sakuna: Of Rice and Ruin"]. tasogare-anime.com (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal July 6, 2024. 
  35. ^ "Watch Sakuna: Of Rice and Ruin - Crunchyroll". Crunchyroll. Diakses tanggal July 6, 2024. 
  36. ^ "Hōsō・Haishin Jōhō|Terebi Anime『Tensui no Sakuna-hime』" 放送・配信情報|TVアニメ『天穂のサクナヒメ』 [Broadcast / Distribution Information|TV Anime "Sakuna: Of Rice and Ruin"]. sakuna-anime.com (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal July 6, 2024.