Keuskupan Agung Medan
Keuskupan Agung Medan Archidioecesis Medanensis | |
---|---|
Katolik | |
![]() | |
![]() Lambang Keuskupan Agung Medan | |
Lokasi | |
Negara | Indonesia |
Wilayah | Aceh (kecuali Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil) Sumatera Utara bagian utara
|
Medan | |
Sufragan | |
Kevikepan | Medan Katedral Medan Hayam Wuruk Kabanjahe Sidikalang Pematangsiantar Aek Kanopan Dolok Sanggul Pangururan |
Kantor pusat | Jl. Imam Bonjol No. 39, Kel. Jati, Kec. Medan Maimun, Kota Medan 20152 |
Koordinat | 3°35′03″N 98°40′53″E / 3.584143°N 98.681256°E |
Statistik | |
Luas | 110.804 km2 (42.782 sq mi)[1] |
Populasi - Total - Katolik | (per 2021) 19.722.000 549.000 (2,8%) |
Paroki | 69 |
Imam | 290 (54 imam diosesan) |
Informasi | |
Denominasi | Gereja Katolik |
Gereja sui iuris | Gereja Latin |
Ritus | Ritus Roma |
Pendirian | 30 Juni 1911 |
Katedral | Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda, Medan |
Bahasa | |
Kepemimpinan kini | |
Paus | Fransiskus |
Uskup agung | Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap. |
Vikaris jenderal | R.P. Michael Manurung, O.F.M. Cap. |
Vikaris episkopal |
|
Vikaris yudisial | R.P. Benyamin Purba O.F.M. Cap. |
Sekretaris jenderal | RP. Adrianus Sembiring O.F.M. Cap. |
Ekonom | R.P. Lukas Taruna Boy Sitepu, SS.CC. |
Emeritus | |
Peta | |
Situs web | |
archdioceseofmedan |
Keuskupan Agung Medan adalah salah satu keuskupan yang berada di Indonesia, serta merupakan keuskupan metropolit dari provinsi gerejawi yang juga dalam kesatuan dengan Keuskupan Padang dan Keuskupan Sibolga. Wilayah keuskupan ini mencakup hampir seluruh wilayah administratif Aceh (kecuali Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil) serta sebagian besar wilayah Sumatera Utara, yaitu Kota Binjai, Medan, Pematangsiantar, Tanjungbalai, dan Tebing Tinggi, serta Kabupaten Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Langkat, Karo, Pakpak Bharat, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba, Samosir, dan Serdang Bedagai.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Garis waktu
[sunting | sunting sumber]- Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Sumatra pada tanggal 30 Juni 1911, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
- Berganti nama menjadi Prefektur Apostolik Padang pada tanggal 27 Desember 1923
- Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Padang pada tanggal 18 Juli 1932
- Berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Medan pada tanggal 23 Desember 1941
- Ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Medan pada tanggal 3 Januari 1961
- Mendapat kunjungan pastoral dari Paus Yohanes Paulus II di Medan dalam rangkaian kunjungan ke Indonesia pada tanggal 9–14 Oktober 1989[3]
Waligereja
[sunting | sunting sumber]Ordinaris
[sunting | sunting sumber]- Prefek Apostolik Sumatra
- R.P. Liberatus Cluts, O.F.M. Cap. (24 Mei 1912 s.d. 23 April 1921, wafat)
- Mathias Leonardus Trudon Brans, O.F.M. Cap. (22 Juli 1921 s.d. 27 Desember 1923, berubah nama)
- Prefek Apostolik Padang
- Mathias Leonardus Trudon Brans, O.F.M. Cap. (27 Desember 1923 s.d. 12 Juli 1932, naik tingkat)
- Vikaris Apostolik Padang
- Mathias Leonardus Trudon Brans, O.F.M. Cap. (12 Juli 1932 s.d. 23 Desember 1941, naik tingkat)
- Vikaris Apostolik Medan
- Mathias Leonardus Trudon Brans, O.F.M. Cap. (23 Desember 1941 s.d. 12 Mei 1954, pensiun)
- Antoine Henri van den Hurk, O.F.M. Cap. (1 Januari 1955 s.d. 3 Januari 1961, naik tingkat)
- Uskup Agung Medan
- Antoine Henri van den Hurk, O.F.M. Cap. (3 Januari 1961 s.d. 24 Mei 1976, mengundurkan diri)
- Alfred Gonti Pius Datubara, O.F.M. Cap. (24 Mei 1976 s.d. 12 Februrari 2009, pensiun)
- Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap. (12 Februari 2009 s.d. 8 Desember 2018, pensiun)
- Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap. (sejak 8 Desember 2018)
Prelat tituler
[sunting | sunting sumber]- Uskup Auksilier Medan
- Alfred Gonti Pius Datubara, O.F.M. Cap. (5 April 1975 s.d. 24 Mei 1976, ganti jabatan)
- Uskup Agung Koajutor Medan
- Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap. (3 Januari 2004 s.d. 12 Februari 2009, ganti jabatan)
Paroki
[sunting | sunting sumber]Kevikepan Medan Katedral
[sunting | sunting sumber]
|
Kevikepan Medan Hayam Wuruk
[sunting | sunting sumber]
|
Kevikepan Aek Kanopan
[sunting | sunting sumber]
|
Kevikepan Dolok Sanggul
[sunting | sunting sumber]
|
Kevikepan Kabanjahe
[sunting | sunting sumber]
|
Kevikepan Pangururan
[sunting | sunting sumber]
|
Kevikepan Pematang Siantar
[sunting | sunting sumber]
|
Kevikepan Sidikalang
[sunting | sunting sumber]
|
Buku liturgi
[sunting | sunting sumber]Pada kegiatan peribadatan dan liturgi di Keuskupan Agung Medan, terdapat beberapa buku yang beredar di kalangan umat di samping Puji Syukur, Madah Bakti, dan buku-buku musik berbahasa Latin Gerejawi. Buku-buku tersebut meliputi:
- Buku Ende dohot Tangiang Katolik (Bahasa Batak Toba)
- Pujin Man Dibata (Bahasa Karo)
- Pujian Bani Naibata (Bahasa Simalungun)
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ "Archdiocese of Medan, Indonesia". GCatholic. Diakses tanggal 2023-11-17.
- ^ http://archdioceseofmedan.or.id/susunan-pelayanan-kuria-kam
- ^ "Napak Tilas 30 Tahun Kunjungan Paus Yohanes Paulus II - Unika Atma Jaya". m.atmajaya.ac.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-08-16. Diakses tanggal 2022-08-16.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Archdiocese of Medan
- (Indonesia) Situs resmi
- (Inggris) Annuario Pontifico 2005
- Jadwal Misa Keuskupan Agung Medan